The village in mountain range zone was one place where I wanted to visit. So, at past holiday, I wanted to implement my wish. I wanted to feel the quiet ambiance. In there, I saw the beautiful view, among; the rice field was wide, the air was very fresh, the water of the river was pure. With sunrise background, all of them were seen very beautiful. All people were very friendly. In every morning, they have spirit for doing their activities. That is my experience, which was very exciting.
Selasa, 20 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
MA'A ASSALAMAH FI HADROTI SYAIKHINA
"Islam janganlah dihayati sebagai ideologi alternatif. Ia harus dilihat sebagai hanya salah satu elemen ideologis yang melengkapi bangunan keindonesiaan yang telah terbentuk"
(KH. Abdurrahman Wahid)
"Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tenpa membedakan latar belakang ras, suku agama dan asal muasal, di muka undang-undang"
(KH. Abdurrahman Wahid)
Beliau dilahirkan dengan nama lengkap Abdurrahman Addakhil yang berarti Sang Penakluk, di Jombang 7 September 1940 silam. Namun pada akhirnya kata ‘Addakhil’ diubah menjadi ‘Wahid’. Tokoh yang sering dipanggil Gus Dur ini adalah seorang ulama dan juga tokoh Nadhlatul Ulama (NU). Tak mengherankan, karena putra pertama dari enam bersaudara ini adalah putra pasangan K.H Hasyim Asyari, pendiri NU dan Hj. Sholehah.
Gus Dur berhati terbuka bagi semua minoritas, para tertindas, para korban pelanggaran hak-hak asasi manusia. Umat-umat minoritas merasa aman padanya. Gus Dur membuat mereka merasa terhormat, ia mengakui martabat mereka para minoritas, para tertindas, para korban.
Ada yang tidak mengerti mengapa Gus Dur begitu ramah terhadap agama-agama minoritas, tetapi sering keras terhadap agamanya sendiri. Namun, Gus Dur demikian karena ia begitu mantap dalam agamanya. Karena itu, ia tidak perlu defensif dan tidak takut bahwa agamanya dirugikan kalau ia terbuka terhadap mereka yang berbeda.
Apakah Gus Dur seorang demokrat? Ia sendiri sebenarnya lebih menyerupai kombinasi antara kiai dan raja Jawa. Namun, ia seorang demokrat dalam arti yang lebih mendalam. Ia betul-betul meyakini dan menghayati hak-hak asasi manusia. Ia tidak tahan melihat seseorang terinjak martabatnya, ia menentang kekejaman atas nama apa pun.
Ia juga pengamat sepakbola yang tajam daya analisisnya. Bahkan, setelah penglihatannya benar-benar terganggu, pada Piala Dunia Juni 2002 lalu, ia masih juga antusias memberi komentar mengenai proyeksi juara.
Selain menjadi idola bagi banyak orang, Gus Dur juga menjadi idola bagi keempat puterinya: Alisa Qortrunnada Munawarah (Lisa), Zannuba Arifah (Venny), Anisa Hayatunufus (Nufus) dan Inayah Wulandari (Ina). Hal ini tercermin dari pengakuan puteri sulungnya Lisa. Lisa bilang, sosok tokoh LSM Gus Dur menurun padanya, bakat kolumnis menurun ke Venny, kesastrawanannya pada Nufus dan sifat egaliternya pada Ina.
“Selamat Jalan Gus Dur”
Langganan:
Postingan (Atom)